27/09/2005

PINDAAAAAH WOOOY

29/07/2005

U R MY BEST FRIEND !!!!

Whenever I'm down, I call on you my friend
A helping hand you lend, in my time of need so I
I'm calling you now, just to make it through
What else can I do, don't you hear my please
Friends may come and friends may go

Through the good times and the bad ones
Whether I lose or If I win
I know one thing that never changes and
That's you as my best friend

I don't know what I'd ever do without you
From the beginning to the end
You've always been here right beside me
So I'll call you my best friend

Whenever I'm down
With all that's going on, It's really going on
Just one of those days
You say the right thing, to keep me moving
To keep me going strong, what else can I say

Friends are there through thick and thin
Well I've been told that
And I believe that it's automatic
Call me when you need a friend
Cuz I'm your friend and always for ya and I don't know

I'll be there for you
When you're going through,
wouldn't you be my friend
Friend you can count on me
Call me when you need me

medium_fren.jpg

21/07/2005

STRONGER THAN BEFORE

medium_looney.jpg

mus selalu lebih kuat setiap kali bangkit dari keterpurukan, mus sadar bahwa apabila kita mampu mengambil hikmah dari segala kejadian maka kita akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya. susah senang adalah sama saja kalau kita bisa menghadapinya dengn baik. mus akui seringkali tidak dapat menangkap hikmah dibalik suatu kejadian. tapi mus selalu berusaha untuk memahami hikmah apa yang Allah SWT coba ajarkan pada mus. sekarang dan selanjutnya mus bertekad akan lebih kuat lagi.. lebih tegar.. dan tentunya lebih bahagia donk! mus sangat berterima kasih kepada jus jambu yang dengan begitu tulusnya mengajarkan mus 'apa itu hidup'. semoga Allah SWT membalas kebaikanmu dengan berlipat ganda, amiiiin! teruslah maju jus jambu, suatu saat nanti kalau kamu terpeleset atau bahkan terjatuh, mus harap mus ada dibelakangmu untuk menolong. jasamu begitu besar, izinkan mus untuk membalasnya owkeeeey? bravo jus jambuuuuuuu

medium_bus.jpg

17/07/2005

.....................................................................

kembali..

terlempar terhempas tergulung gelombang

ragaku beku terpaku tegak dan retak

aku disini bukan untuk mati

ga sudi..!!

pergilah kau sejauh jarak yang pernah ada

dulu kau datang tanpa pernah diundang

kini kau pergi tanpa kurestui

ini bodoh...

ini bukan diriku!

air mata jatuh butir dan butir

pasrah pecah menghujam bumi

getir..

perih..

pedih..

inginku bangkit dongakkan kepala

rengkuh cita-cita dengan suka dan cita

apalah daya aku bukan lagi milikku

dengar?

bukan lagi milikku

dengarkah kau?

bukan lagi milikku
medium_smileeeeeee.jpg

28/03/2005

Membangun Masa Depan


Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan menetapi kesabaran. (QS. Al-'Ashr: 1-3). Kita sepakat bahwa orang yang paling rugi di dunia ini adalah orang yang diberikan modal, tapi ia hamburkan modal itu sia-sia. Modal kita dalam hidup adalah waktu.

Sering kita tidak menyadari betapa berharganya jatah waktu yang kita miliki. Kita sering menghabiskan waktu produktif hanya untuk mencari pensil. Kita sering menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengumbar ketidaksukaan kita, untuk memendam kedengkian atau kemarahan kita. Padahal, waktu berlanjut terus dan kita tidak tahu kapan hidup ini berakhir.

Oleh karena itu, Mahasuci Allah yang Mengungkapkan dalam QS. Al-'Asher bahwa kerugian manusia itu dapat diukur dari sikapnya terhadap waktu. Kalau ia sudah berani menghamburkan waktunya, maka ia tergolong orang yang sudah menyia-nyiakan kehidupannya.

Secara umum waktu terbagi tiga. Pertama, masa lalu. Ia sudah lewat. Kita sudah tidak berdaya dengan masa lalu. Tapi banyak orang sengsara hari ini gara-gara masa lalunya yang memalukan. Karena itu, kita harus selalu waspada jangan sampai masa lalu merusak hari kita. Kedua, masa depan. Kita pun sering panik menghadapi masa depan. Tanah kian mahal, pekerjaan semakin sulit didapat, takut tidak mendapat jodoh, dan lainnya. Masa lalu dan masa depan kuncinya adalah hari ini. Inilah bentuk waktu yang ketiga. Seburuk apapun kita di masa lalu, kalau hari ini kita benar-benar bertaubat dan memperbaiki diri, insya Allah semua keburukan itu akan terhapuskan.

Sayangnya, kita banyak merusak hari ini dengan masa lalu. Dulu gelap sekarang putus asa, sehingga kita tidak mendapat apapun. Dulu berlumur utang, sekarang tidak bangkit, tentu utang tidak kan terlunasi. Masa lalu kita bisa berubah drastis dengan masa kini. Begitu pun dengan masa datang. Sungguh heran melihat orang yang punya cita-cita tapi tidak melakukan apapun pada hari ini. Padahal hari ini adalah saat kita menanam benih, dan masa depan adalah waktu untuk memanen. Maka mana mungkin kita bisa memanen bila kita malas menanam benih. Karena itu, siapa pun yang ingin tahu masa depannya, maka lihatlah apa yang dilakukannya sekarang.

Maka sehebat apapun cita-cita di masa depan, taruhannya adalah masa kini. Pada saat sekarang kita duduk santai, tidak mau bekerja, dan pada saat yang sama orang lain bekerja keras, menempa diri, menimba ilmu, mengasah diri, dan memperkuat ibadahnya. Maka, suatu saat nanti akan bertemu rezeki yang harus diperebutkan oleh dua orang. Yang satu dengan ilmu. Yang satu dengan pengalaman. Yang satu dengan wawasan. Dan yang satu lagi dengan kebodohan. Siapakah yang akan mendapatkan rezeki tersebut?

Saudaraku, kita harus mulai menghitung apapun yang kita lakukan. Ucapan kita sekarang adalah bekal kita. Kita bisa terpuruk besok lusa hanya dengan satu patah kata. Kita pun bisa menuai kemuliaan dengan kata-kata. Uang yang kita dapatkan sekarang adalah tabungan masa depan. Bila kita dapatkan dengan cara tidak halal, niscaya aibnya tidak akan tertukar.

Karena itu, terlalu bodoh andai kita mau melakukan sesuatu yang sia-sia. Detik demi detik harus kita tanam sebaik mungkin, karena inilah bibit yang buahnya akan kita petik di masa depan. Kalau kita terbiasa berhati-hati dalam berbicara, dalam bersikap, dalam mengambil keputusan, dalam menjaga pikiran, dalam menjaga hati, maka kapan pun malaikat maut menjemput, kita akan selalu siap. Tapi kalau kita biarkan bicara sepuasnya, berpikir sebebasnya, tak usah heran bila saat kematian kita menjadi saat yang paling menakutkan.

Ada tiga hal yang dapat kita lakukan agar masa depan kita cerah. Pertama, pastikanlah hari-hari yang kita jalani menjadi sarana penambah keyakinan pada Allah. Kita tidak akan pernah tenteram dalam hidup kecuali dengan keyakinan yang kuat pada Allah SWT. Pupuk dari keyakinan adalah ilmu. Orang-orang yang tidak suka menuntut ilmu, maka imannya tidak akan bertambah. Bila iman tidak bertambah, maka hidup pun akan mudah goyah.

Kedua, tiada hari berlalu kecuali jadi amal. Di mana pun kita berada lakukankanlah yang terbaik. Segala sesuatu harus menjadi amal. Dilihat atau tidak, kita jalan terus. Karena rezeki kita adalah apa-apa yang bisa kita lakukan. Ketiga, orang yang beruntung adalah orang yang setiap hari terus melatih diri untuk menjadi pemberi nasihat dalam kebenaran dan kesabaran, dan yang setiap harinya melatih diri untuk menerima nasihat dalam kebenaran dan kesabaran. Ia mampu memberi nasihat, karena ia senang diberi nasihat. Orang yang gagal memberi nasihat, awalnya karena ia gagal menerima nasihat dalam kebenaran dan kesabaran. Wallahu a'lam bish-shawab.

( KH Abdullah Gymnastiar )

04/03/2005

Sahabat...

dimanapun kita berada
di barat, timur, utara bahkan selatan
kenangan akan tetap menjadi kenangan

sejauh apapun kaki melangkah..
senyumku akan selalu merekah untukmu
ada suka ada duka
bersama membentuk dinamika

saat kesepian datang menyapa
aku merasa sebagai orang paling beruntung di dunia
bukan gombal atau propaganda
ini realita !

betapa persahabatan kita telah begitu banyak mendidikku
membentuk kepribadianku, hancurkan egoku..
bahkan mungkin kau takkan mengira

bahwa apa yang kulihat, kudengar dan kurasakan
serta segala hal yang kudapatkan darimu..
bagiku adalah suatu proses 'pencerahan'

selamat datang sahabat
dalam hidupku

1